-->

Thursday, March 10, 2016

Kapolda Sulteng Janji Akan Terus Mengejar Teroris Santoso


Metronews.co.id - Kapolda Sulteng Brigjen Rudy "Gajah" Sufahriadi yang baru dilantik pada Kamis (10/3) menyatakan siap turun ke lapangan mengejar pentolan teroris Santoso.

"Saya belum berencana ganti strategi yang sudah ada. Yang pasti saya akan pimpin langsung perburuan Santoso. Saya tidak akan ada di (Polda) Palu saja, tapi saya akan kejar Santoso di mana pun dia," janji Rudy di Mabes Polri Kamis (10/3).

Jenderal bintang satu ini mengatakan jika kendala utama penangkapan Santoso adalah kondisi geografis lokasi persembunyian kelompok Santoso yang berada di daerah pegunungan dan hutan belantara.

"Hutan belantara memang iya, pokoknya gimana caranya kami akan tangkap. Karena ini operasi gabungan dibantu juga dengan TNI. (Kondisi) geografis memang menyulitkan anggota kami, tapi kami berlatih dan harus optimistis," sambungnya.

Mantan Kapolres Poso itu juga mengatakan jika jumlah personel gabungan Polri-TNI dalam operasi Tinambalo saat ini masih dirasa cukup. Belum perlu ada penambahan personel dalam pengejaran kelompok yang tergabung dalam Mujahidin Indonesia Timur itu.

"Saya tentu tidak bisa bicara soal strategi dan itu tidak bisa saya terangkan juga soal kekuatan Santoso saat ini," imbuhnya.

Seperti diberitakan, Brigjen Idham Azis digantikan oleh Brigjen Rudy "Gajah" Sufahriadi yang sebelumnya berdinas di Badan Nasional Penanggulangan Teror.

Idham yang sudah menjabat Kapolda Sulteng sejak Oktober 2014 itu diganti saat PR-nya belum selesai yaitu pengejaran gembong teroris nomor satu, Santoso.

Hingga kini Santoso masih berhasil lolos bersembunyi dan bergerilya di pegunungan di Poso. Padahal, Polri sudah menggelar serangkaian operasi untuk mengejar pemilik nama alias Abu Wardah itu.

Operasi Tinombala untuk mengejar Santoso dan komplotannya yang telah diperpanjang dan sebenarnya berakhir pada Rabu (9/3) kemarin diputuskan untuk diperpanjang kembali selama dua bulan ke depan.

Namun, belum ada rencana penambahan personel dalam operasi yang melibatkan sekitar 2000 anggota TNI-Polri itu [beritasatu]
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner