Metronews.co.id - Beberapa pasar tradisional di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung dikejutkan dengan tingginya harga beberapa bumbu dapur hingga mencapai 100 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditi bawang merah dan bawang putih.
Aktivitas jual beli di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Inpres Kalianda, Bakauheni, Sidomulyo serta beberapa pasar lainnya kini mengalami sepi pembeli dibandingkan dengan hari biasanya. Pasalnya, sejumlah harga bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, serta tomat mengalami kenaikan 80 persen hingga 100 persen.
Bawang merah dari kisaran harga Rp18ribu-Rp20 ribu per kilogram (kg) kini menjadi Rp50 ribu- Rp55 ribu per kg. Pada awal Maret kemarin harga bawang merah bertengger di angka Rp30 ribu namun pada saat ini harga langsung melonjak hingga Rp55 ribu per kg.
“Kenaikan harga mulai sejak awal Januari. Tidak langsung melonjak, tapi berangsur terus naik sekitar Rp5 ribu per hari,” ujar salah satu pedagang, Ideng di Lampung, Jumat (11/3/2016).
Sementara harga bawang putih melonjak sejak sepekan kemarin berada di kisaran Rp15 ribu-Rp17 ribu per kg menjadi Rp40 ribu-Rp45 ribu per kg. Sedangkan harga cabai merah dari harga Rp40 ribu naik menjadi Rp55 ribu-Rp60 ribu per kg.
Menurut para pedagang, kenaikan harga disebabkan berkurangnya pasokan dari distributor sehingga barang mengalami kelangkaan dan harga terus melambung. Berkurangnya pasokan dikarenakan para pertani bawang dan cabai mengalami gagal panen akibat curah hujan yang cukup tinggi.
Dengan kondisi ini, para pedagang mengalami penurunan omzet hingga 50 persen lebih per hari. Hal ini dikarenakan para konsumen harus mengurangi jatah belanja. Pedagang maupun pembeli berharap agar pemerintah dapat segera mengatasi lonjakan harga ini. [okz]
